Di kaki perbukitan yang hijau di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, berdirilah sebuah desa yang sarat dengan kisah perjuangan dan perubahan: Desa Selebung Madani.

Di kaki perbukitan yang hijau di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, berdirilah sebuah desa yang sarat dengan kisah perjuangan dan perubahan: Desa Selebung Madani.

Desa ini lahir dari semangat pemekaran wilayah administratif, sebuah langkah yang diambil demi mewujudkan tata kelola yang lebih dekat kepada masyarakat. Nama “Selebung” merujuk pada identitas geografis setempat, sementara “Madani” menjadi simbol cita-cita luhur untuk membangun masyarakat yang beradab, mandiri, dan modern.

Sebelum 15 November 1969 Wilayah Selebung termasuk dalam administrasi Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara. Pada tanggal 15 November 1969, Secara resmi ditetapkan sebagai Desa Selebung melalui pemekaran. Desa menjadi entitas administratif yang mandiri dan diakui secara definitif. 2017 Pemetaan ulang dilakukan, mencatat luas wilayah resmi desa yaitu 625 Ha.

Pada masa awal, Selebung Madani hanyalah pemukiman agraris sederhana. Lahan-lahan subur dimanfaatkan untuk menanam jagung, padi, dan palawija. Peternakan skala rumah tangga, seperti sapi dan kambing, menjadi penopang ekonomi warga. Hidup berpusat pada nilai gotong-royong, dengan tradisi Sasak yang kental, bahasa daerah yang lestari, dan upacara-upacara adat seperti syukuran panen.

Seiring waktu, struktur pemerintahan desa dibentuk lengkap dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, dan Karang Taruna. Wilayahnya dibagi ke dalam dusun-dusun dan RT yang diatur secara resmi dalam peraturan daerah.

Pembangunan tak hanya terlihat pada fisik, seperti jalan desa yang diperkeras dan jaringan irigasi yang diperluas, tetapi juga pada aspek sosial-budaya. Perpustakaan desa berdiri sebagai pusat pengetahuan, diakui bahkan di tingkat kabupaten, dan posyandu menjadi garda depan pelayanan kesehatan. Pendidikan dasar tersedia bagi anak-anak, mempersiapkan mereka menjadi generasi penerus yang terdidik.

Sejak tahun 2010, desa ini aktif mengikuti lomba desa, mengukir prestasi dalam pengelolaan administrasi, inovasi pelayanan publik, dan pelestarian budaya. Periode 2020–2025 menjadi masa ujian sekaligus peluang—dengan adaptasi terhadap pandemi, program pemulihan ekonomi, hingga pencapaian dalam lomba perpustakaan desa.
Selebung Madani hari ini adalah gabungan harmoni antara warisan leluhur dan semangat kemajuan. Desa ini berdiri sebagai saksi bahwa perubahan, bila digerakkan bersama, dapat membawa sebuah komunitas dari pemukiman agraris sederhana menjadi desa modern yang berdaya saing.

Sosial dan Budaya

Mayoritas penduduk adalah suku Sasak, dengan kehidupan sosial yang erat dan budaya yang terjaga. Kesenian tradisional, adat istiadat, serta nilai kebersamaan menjadi bagian penting dari identitas desa. Acara adat seperti nyongkolan dan begawe (pesta panen) masih menjadi pusat kegiatan warga.
Ekonomi dan Potensi Desa
Mata pencaharian utama penduduk adalah pertanian dan peternakan. Seiring waktu, berkembang usaha mikro, seperti pengolahan hasil tani dan kerajinan lokal. Potensi pariwisata desa mulai dilirik, terutama wisata alam dan religi, yang didukung dengan program konservasi lingkungan.

Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Pendidikan dasar tersedia dengan beberapa sekolah dan perpustakaan desa yang pernah meraih pengakuan di tingkat kabupaten. Layanan kesehatan mencakup posyandu aktif dan puskesmas pembantu. Pembangunan infrastruktur berjalan beriringan, mulai dari perbaikan jalan, jaringan irigasi, hingga fasilitas publik yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial.

Jejak Modernisasi

Memasuki era digital, Desa Selebung Madani mengelola situs resmi dan media sosial sebagai sarana komunikasi publik. Digitalisasi layanan mempermudah urusan administrasi warga dan mempromosikan potensi desa ke luar wilayah. Keikutsertaan dalam lomba desa menjadi bukti komitmen pada inovasi dan tata kelola modern.

Kronologi Perkembangan

Pra-pemekaran: Pemukiman agraris sederhana.
Pasca-pemekaran : Pembentukan struktur pemerintahan desa.
2010–sekarang : Digitalisasi layanan dan promosi potensi lokal.
2020–2025 : Adaptasi pandemi, pemulihan ekonomi, prestasi lomba desa dan perpustakaan.

Selebung Madani hari ini adalah hasil dari perjalanan panjang yang memadukan kekuatan tradisi dan semangat kemajuan. Dari sebuah komunitas agraris sederhana, desa ini telah bertransformasi menjadi wilayah modern yang berdaya saing, membuktikan bahwa perubahan yang dijalankan bersama dapat mengangkat harkat dan kesejahteraan masyaraka.

Sejarah Desa

by | Aug 15, 2025