LUMBUNG PANGAN

Desa Selebung Madani, yang terletak di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki komitmen kuat untuk mencapai kemandirian pangan. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pengelolaan Lumbung Pangan Desa yang terencana dan berkelanjutan. Dengan luas lahan persawahan mencapai 216,68 hektare, masyarakat desa mampu memproduksi gabah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Lumbung pangan ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan hasil panen padi yang dikelola secara kolektif oleh pemerintah desa bersama kelompok tani. Melalui mekanisme ini, harga gabah di tingkat petani dapat distabilkan, sehingga petani terhindar dari kerugian akibat fluktuasi harga pasar. Selain itu, lumbung pangan juga menjadi cadangan strategis desa untuk mengantisipasi kekurangan pangan akibat gagal panen, bencana alam, atau kondisi darurat lainnya.

Pengelolaan lumbung pangan di Desa Selebung Madani tidak hanya berorientasi pada penyimpanan hasil panen, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagian hasil panen yang disimpan dapat diolah menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti beras kemasan atau olahan berbasis beras, yang dipasarkan secara lokal maupun ke luar desa. Langkah ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Dengan dukungan teknologi pascapanen, pendampingan dari pemerintah daerah, serta semangat gotong royong warga, Lumbung Pangan Desa Selebung Madani menjadi simbol kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ke depan, pemerintah desa berencana mengembangkan sistem digitalisasi data stok pangan, memperluas jaringan pemasaran, dan mengintegrasikan lumbung pangan dengan program desa wisata untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.